Skip to main content

Tur Kampus di New England yang Tak Terduga

Musim dingin di awal tahun 2007, saya berkesempatan mengunjungi daerah seputaran  New York. Salju pertama yang saya rasakan di utara Amerika Serikat ini membuat saya terinspirasi untuk berjalan-jalan menembus dinginnya, yang lebih disebabkan setelah mendapatkan info bahwa ada tur bus seharga 200 dollar seorang selama dua hari di seputar New England😅

Tadinya kami bertiga, yaitu saya, Mama, dan Tante Titi, seorang teman Mama, berencana untuk mengunjungi gua stalaktit Shenandoah dan daerah-daerah hype seperti Times Square atau pusat perbelanjaan di sekitar Central Park. Namun, tiba-tiba mata dan telinga tajam saya mendengar bisik-bisik dari para tour guide yang sedang beristirahat sebelum perjalanan dimulai itu, bahwa mereka agak kerepotan dengan permintaan perjalanan ke Harvard.

Apa?Ada tawaran tur mengunjungi kampus-kampus terkenal se-New England? Saya pun meminta supaya paket perjalanan kali itu ditukar saja dengan perjalanan ke kampus Harvard, MIT, dan Yale... hihi, alhamdulillah ternyata bisa. 

Perjalanan ke Boston ditempuh sekira 4 hingga 6 jam dari New York dengan bis. Sesampainya di sana, wah... terheran-heran dengan suasana kota Boston yang laid-back. Untuk ukuran kota yang mungkin tersohor dengan 'hiruk-pikuk'-nya seperti yang digambarkan film-film Hollywood, kota ini relatif sepi, lho. Jauuh lebih sepi dari Bandung, setidaknya sewaktu saya mengunjunginya bulan Januari itu. 

Memasuki kota Boston, mata dijamu oleh pemandangan deretan kanal dan dek-dek di tepi laut yang menampakkan dua gedung kotak berwarna hijau bening itu (later saya baru tahu itulah John Hancock building yang saat itu merupakan gedung tertinggi di Boston itu)... skyscrapers-nya relatif sederhana, tidak seperti di Jakarta. 

Gedung John Hancock

Akhirnya tiba juga di komplek Cambridge, komplek tempat Universitas Harvard didirikan. Pipi saya terasa memerah karena sangat bersemangat... ternyata bisa ada rezeki menginjakkan kaki di sini! 

Yang saya sukai dari kampus Harvard, di balik gedung bata-bata merahnya itu, kearoganan inteligensinya terasa lebih menggigit daripada dinginnya salju yang ada di sana... ahaha, after all, apa yang membuat Harvard begitu bernilai, bukankah apa yang kita pikirkan juga tentangnya? 😁


Berfoto bersama patung John Harvard


Di sekitar Crimson Library


Perjalanan pun berlanjut hingga berfoto di depan William Barton Rogers Hall.  


Mohon maap nih fotonya😂belum pakai jilbab nih



Di depan Kresge Auditorium, MIT




Di depan peta MIT






Di salah satu sudut Yale



Saya tidak sempat berurai air mata di tempat-tempat ini... walaupun saya rela kok, jika suatu saat nanti punya pengalaman menginap di basement salah satu kampus ini ala gelandangan di film With Honors itu, hahaha😂dan menyesap setiap sumsum sejarah dan passion yang mengendap di dalamnya. 

(Terkesan sangat puitis ya, tapi memang begitulah kenyataan yang saya rasakan, hihi. Veritas, Mens et Manus, Urim et Thummim... tiga frase yang waktu itu sangat berkesan bagi saya. Sekarang, sih,  sudah enak ya, mungkin sudah ada katalog online raksasa yang menampilkan arti dan sejarah masing-masingnya... mungkin pengalaman tidur di basement itu sudah jadi tidak menarik lagi😁) 
 

Anyway, inilah salah satu perjalanan paling berkesan dalam hidup saya... semoga di masa depan ada kesempatan kembali bagi saya untuk menginjakkan kaki di tempat-tempat itu lagi. Nagih, sih! Lagipula, saya ingin sekali menjelajahi Boston lebih jauh. Saya belum sempat makan sandwich lobster yang terkenal itu, atau melihat sendiri bar fight di Dunkin Donut (haha apa siih). Yang jelas, sampai sekarang Boston menjadi salah satu kota yang berkesan di hati saya... semoga juga saya sempat mendendangkan lagu Sweet Caroline sambil menonton pertandingan baseball di Fenway Park! 

Cerita ini ditulis untuk Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Februari 2022. 






Comments

  1. Asli cakep banget ada tur kampus-kampus kece kaya gini. Mudah-mudahan kesampaian juga nih bisa jalan-jalan ke sini sama anak-anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nge-lag Teh komennya, hihi,,, baru keliatan sekarang😀 aamiin moga kesampaian juga wish-nya Teeh

      Delete
  2. Aku iriii sekali ini, Mamah Meta. Alhamdulillah, ikut senang dan bahagia Meta diberikan kesempatan olehNya bisa berkunjung ke Harvard dan MIT. Ahhh itu sudah menjadi impian saya sejak tahun 2010, sudah 12 tahun, namun belum tercapai untuk bisa menginjakkan kaki ke sana ehehe.

    Btw, tadi pas sekilas melihat foto saat di depan William Barton Rogers Hall, saya kira mushrooms di game Mario Bros. Maaf sangat ya Meta.
    Di HP, biasanya ada pilihan ketebalan tinta, Meta, bisa memakai yang tintanya kecil, jadi bisa lebih rapih 'membalut' rambut yang terlihat.

    *saya sambil sedang membayangkan berada di sana. Makasiiy foto-fotonya, Meta. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mushroom 🤣🤣🤣Iya nih Teh Uriil jadi ini tuh kan fotonya kufoto lagi dari cetak foto hard Teh,,, jadinya tuh di hapeku jelek banget resolusinya,,, pake resolusi pen pewarna terkecil jadinya kaya gitu Teeh😂

      Aamiin moga kesampaian ya Teh cita2nya,,, bisa main ke harvard dsk juga,,, siapa tahu bisa main bareng ke sana yaa aheemm

      Delete
  3. tour campus seru ya teh Meta, kalo di Indonesia biasanya kan anak SMA hi3 program sekolah gitu.

    salam jalan-jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Teh, seru hehe... iya kalau di Indonesia ada ya program sekolah begini. Kalau di SMA-ku dulu... ITB-minded rata-rata, haha, ga ada study tour ke kampusnya😅😅

      Delete
  4. Amin, semoga suatu saat bisa kembali ke Boston ya Meta. Aku suka deh kampus-kampus di US tu, gede-gede banget, bikin nyaman dan betah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Teh hehe😄
      Iya ya Teh, bikin betah ya,,, kalau aku mah yang kaya ITB udah bikin betah, ke mana-mana ga terlalu jauh dan capek ahaha,,, mengingat waktu musti jalan di Paris Sud,,, deuuhh bikin kaki menjadi besar😂

      Delete
  5. Tur kampus begitu bikin pengen kuliah lagi ga? Kayaknya bisa ditiru tuh tur kampus ITB dan UNPAD buat wisatawan yang datang ke bandung hehhehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak terlalu kalau di aku mah Kak😂 kalau ada rezekinya ya hayuu kalau ga ga papa juga... kalau buatku tur ITB-nya ke jatinangor atau cirebon aja... kalau ke kampus utama kasihan yg kerja di sana, mungkin kalau terlalu ramai dengan turis jadi pusing?

      Delete
  6. Wuih keren banget jalan-jalannya ke kampus beken, sangat berkualitas hehe. Salam kenal teteh🤗

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Teh Shofa,,, alhamdulillah Teh ada rezekinya jalan-jalan ke situ, hehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Captain Fantastic

 Apa yang menjadi pilihan kita untuk mendidik anak-anak kita? Film Captain Fantastic menyajikan pertanyaan ini dengan nuansa kemerdekaan hidup yang kental di sepanjang alurnya. Cerita dimulai dengan menyorot keindahan hutan di negara bagian Washington, Amerika Serikat, saat terjadinya ritual berburu rusa bagi anak yang sudah dewasa di keluarga Cash.        (Sumber : GILAFILM.id) Apakah keluarga Cash keluarga yang mengikuti aliran kepercayaan tertentu yang berhubungan dengan  ritual seperti suku-suku primitif zaman dahulu? Di satu sisi, keluarga ini amat canggih pengetahuannya akan ilmu pengetahuan terkini, klasik maupun kontemporer. Ben Cash, si kepala keluarga, dan istrinya, Leslie, memutuskan untuk mendidik sendiri anak-anak mereka dengan hidup off-grid di pedalaman hutan Washington, jauh dari peradaban yang menurut mereka materialistis. Keenam anak ...