Disclaimer: mungkin nggak bakal selalu works, ya... 😁 tapi at least di saya sering works 😆
Saya dulunya pernah berkuliah di jurusan fisika. Ternyata biarpun kesannya taken for granted, yang saya amati, banyaak sekali fenomena-fenomena sederhana di kehidupan sehari-hari yang bisa dikaji fenomena fisikanya. Dan, mungkin dengan sedikit berteori bagaimana fisika di baliknya, kita bisa meng-hack cara-cara melakukan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari dan membuatnya menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan syukur-syukur, hemat😁
Berikut ini beberapa pengalaman dalam kehidupan sehari-hari yang saya jadikan tips untuk diri sendiri, yang dipikirkan berdasarkan beberapa konsep fisis yang saya (pikir saya) pahami.
1. Tips menghemat baterei dengan cara memakai kembali baterei yang sudah habis
Bagaimana cara kita memahami bahwa baterei sudah habis? Biasanya kalau di saya, saat apparel atau peralatan elektronik yang sumber energinya berupa baterei berhenti bekerja seperti biasanya saat saya memakainya, dugaan pertama adalah, wah, batereinya sudah habis.
Remote tv atau mousse sudah tidak membuat channel tv berganti dan kursor di laptop bergerak? Well, mungkin batereinya sudah habis.
Tetapi... benarkah batereinya sudah habis??
Sejauh yang saya pelajari dari buku-buku SMA (wkwk receeh... saya belum kaji dari buku kuliah karena penjelasannya bikin bingung sendiri), cara kerja baterei adalah sebagai berikut:
Baterei memiliki beda potensial antara kutub negatif dan positifnya. Sementara itu, kita tahu bahwa akibat perbedaan potensial ini, elektron bisa mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Bayangkan perbedaan potensial ini seperti aliran jam pasir di mana bagian atas yang masih penuh mengalir ke bawahnya hingga habis.
Nah, dari pengetahuan dan analogi ini, baterai akan berhenti mengalirkan arus listrik apabila sudah tidak ada lagi elektron yang bisa mengalir ke arah kutub positif.
Solusinya? Baliklah jam pasir itu!😄Yap, baliklah baterei sehingga yang tadinya kutub positif menjadi negatif. Sejauh pengalaman saya, ini bisa bekerja dan membuat peralatan kembali menyala...
Observasi yang belum saya lakukan adalah berapa lama metode seperti ini menghasilkan titik jenuhnya. Titik jenuh di sini berarti saat si baterei tidak lagi bekerja biarpun sudah dibalik. Dengan kata lain, saya belum tahu berapa lama rata-rata baterei yang sudah dibalik masih membuat peralatan bekerja.
2. Tips membuat saus manis seperti rasa karamel yang tidak membeku di freezer
Ups, maaf yang ini ilmunya kira-kira yaa... hihi... jadi waktu itu saya sedang iseng mencampurkan gula, mentega, dan sedikit garam seperti takaran untuk membuat saus karamel (bisa di-google 😁 atau coba-coba sendiri ya resepnya)... tapi saya menambahkan susu dalam resep kali ini.
Nah... ketika saya masukkan ke dalam freezer, hingga 6 jam kemudian dan bahkan hari-hari selanjutnya, saus ini tetap berupa cairan kental yang mengalir, tidak membeku! Ini membuat saya cukup terheran-heran, karena di kali sebelumnya saya membuat dengan resep yang sama namun tanpa susu, dia membeku.
Fenomena ini diamati juga oleh beberapa teman di komunitas memasak yang saya ikuti, jadi saya merasa bahwa memang teori menambahkan susu pada resep ini untuk membuat sausnya tidak membeku cukup valid. Maybe it's the physicist in me, tapi amazing ga sih bahwa ada yang bisa menghalau dinginnya freezer untuk membekukan dirinya, padahal dia sudah di dalam situ berhari-hari.
3. Tips mengapresiasi emerging silence di kerumunan
Emerging silence adalah istilah yang saya buat-buat sendiri saat mengamati crowd berupa teman-teman SD yang sedang riuh rendah bercakap-cakap saat guru tidak ada😁 tahu, kan, waktu zaman belum pandemi itu, murid yang jumlahnya 50 orang dalam satu kelas kecil banget kemungkinannya duduk manis diam? Mereka akan mengobrol... !
Nah, ternyata sering terjadi secara berkala, bahwa tiba-tiba kebisingan itu senyap sejenak saat tahu-tahu mulut-mulut yang bercakap-cakap itu berhenti di saat yang sama. Tahu-tahu senyap sejenak, lalu ramai lagi...
Nah, sejauh yang saya pahami, fenomena ini seperti mengamati fenomena KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) di mana seakan terjadi sekian grup bunyi percakapan dalam suatu kelas, lalu setelah melewati jumlah sequence frekuensi bunyi percakapan tertentu yang dihasilkannya, emerge-lah saat di mana semua orang diam secara bersamaan 😁lucuu yaa
Nah, bagaimana menurut teman-teman tips-tips di atas? Kalau ada yang bisa ditambahkan atau diobrolkan soal fenomena-fenomena ini atau yang lain, feel free to comment yakk😄
*Tulisan ini dibuat berbarengan dengan Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog
teh Meta menarik ini yang diam bersamaan ... itu beneran gak bicara alias diam, atau menjadi tidak terdengar? he3 ...
ReplyDeletesalam semangat
Memang diam bersamaan Teh,,, apakah Teteh pernah mengamatinya juga? Hehe,,, tapi saya belum tahu 'kapannya' secara statistik itu bisa terjadi (ini benar ga sih 'secara statistik' ^^)
DeleteTernyata selama ini bolak balikin batere itu ada penjelasan ilmiahnya hehe. Kalau soal saus yang nggak beku itu mungkin faktor gulanya. Saya suka beli pempek borongan gitulah soalnya ongkos kirim mahal haha, trus suka simpan cuka pempek di freezer dan itu juga nggak bisa beku sampai kayak batu, teh.
ReplyDeleteWah, moga2 tipsku yang baterei ga garing-garing amat ya Teeh😅kayanya emang udah banyak yang mempraktekkannya ya, hihi
DeleteMeta, waktu pertama kali saya membaca tulisan Meta yang mengenai fenomena 'emerging silence' (memakai 'bahasa' Meta ehehe); saya sempat kaget. Kaget ternyata ada yang notice mengenai peristiwa ini.
ReplyDeleteSejak kecil saya mengamati 'anomali' ini tapi belum pernah membicarakannya dengan orang lain. Malahan, jaman SD dulu, suka ada yang bilang, itu karena ada 'setan lewat' wkwkwkwkwk, ngakak dah.
Iseng untuk googling pun juga tidak. Nah saat Meta mengangkat ini, saya kaget, lho ada yang sepemikiran ya ehehe. Malah Meta, observasinya lebih detail, sampai dianalisis ke hitungan KPK.
Triknya seru juga nih kayanya, siapp deh, coba ah nanti kalau ada kumpul acara keluarga besar; biasanya itu kan pasti ruame kayak pasar ya, pada ngobrol, wkwkwk. Nah saat semua sedang diam secara bersamaan, saya akan bersuara :D
Sedangkan tips baterai yang dibalik, wah siapp nanti akan saya coba ah. Jeli amat Meta pengamatannya ehehe. Nuhun pisan ya Meta :)
Pun yang tentang penambahan susu di dalam saus karamel, yang surprisingly membuatnya tidak membeku. Wuihh, ini mah niche-nya Meta banget kan, memasak yang dipadu dengan eksperimen scientific ehehe. Makasiy ya Meta :)
Aw aw iyaa kan kita tuh sama nih kayanya ketertarikannya Teeh😂😂ntar apa lagi ya fenomena yang kita sama-sama notice?
DeleteTerima kasih comment-nya Teh Uriil,,, heartfelt as always, gitu ya kata seseteteh di MGN😄
teh meta, tulisannya beneran fisika banget inih. dari dulu suka gak nemu apa sih yang membuat fisika itu masuk ke ilmu alam. dulu sempat kesel, ngapain coba kita meski nyariin kecepatan suatu benda bergerak. ternyata dari sini org-org bisa membuat mobil dan kendaraan bergerak lain. overall ini tipsnya jitu sih menurut ku. belom pernah tahu aku sebelumnya tentang nge bolak balikin batre yang sudah habis.
ReplyDeleteTapi kan teh klo batrenya di balikin, itu gabakal ada ledakan kah teh? aku suka parno sendiri kalau ngakalin batre begitu teh
Hihi sejauh yang aku alamin belum pernah sampai meledak sih Teh kalau dibolak-balik tuh😅yang bikin bahaya itu kan kalau dia leak itu ya cairan batereinya, mungkin karena udah tua batereinya jadi 'bocor'🤔
DeleteIya ya, mungkin ada baiknya ga usah coba-coba bolak-balikin baterei kalau udah 'ketuaan' batereinya, which kita ga tahu juga kapan ya,,, (kayanya habis selesai waktu bw ini aku revert tulisan ini ke draft Teh😅, aku revisi lagi deh)
Makasih udah mampir ya Teh Lance😄
Sebagai seorang yang kuliah di biologi, belajar fisika itu susah banget hehe, tapi tips dari teh Meta ini oke banget karena ditemui dikehidupan kita sehari-hari, hatur nuhun teh
ReplyDeleteHehe makasih udah mampir ya Teh Sienta,,,
DeleteTeh meta, seru amat tipsnya hihi. Selain dibalik baterenya, ngaruh ga kalo ditepuk2 si batrenya? Di rumahku, klo remote uda mulai soak, selain dibalikin batrenya,
ReplyDeletesuka ditepuktepukin ke tangan si remotenya, terus berfungsi lagi deh hahaha
Nah iya Teh dulu aku juga sering gitu, lama-lama takut remote-nya rusak😂 Tapi apakah benar ngaruh atau enggak, aku belum tahu
DeleteSaya sampai sekarang suka ngbalik batre, biasanya buat remote control atau mouse wireless, it works!
ReplyDeleteSaya pemuja dan penikmat emerging silence, hahah keren teh meta, kepikiran aja kalau itu KPK, tp sy ga ngeh lo kalau itu akan berulang... Kereen teh 😁
Hehe, makasih udah mampir ya Teh Dini😁nah kalau yang untuk berulang, memang akan bisa berulang, ya nggak sih Teh,,, biar jaraknya berhari-hari😅
Deleteteh metaa akan kucoba tips yg nomer 1! haha.. sebagai yg punya 2 bocil dengan seabrek mainan berbaterei, mayan bangettt boros batre.. sampai2 paksu beli bbrp baterai yg rechargeable >.< pernah sih bbrp kali nyabut-pasang lagi batereinya tp da ga pake ilmunya, hanya berharap2 aja kali2 bisa nyala lagi krn bbrp kali emg bisa lg.. mungkin itu pas kebetulan kutubnya ditukar dengan benar yah :D
ReplyDeleteHehe ya Teh Aity,,, tapi mungkin memang harus hati-hati juga bisi kalau baterei udah tua kaya komennya Teh Lance di atas,,, 😃 makasih udah mampir ya Teh
Delete