Skip to main content

How to Renovate a Chateau : salah satu segmen di mana Philippe membereskan taman depan dibantu Nathan dan Adam

How to Renovate A Chateau merupakan vlog semi dokumenter (ada ya istilah ini😅) yang dibuat oleh pasangan Anna dan Philippe, yang bisa ditonton di kanal youtube. Tampaknya mereka sudah mulai membuat vlog ini sejak tahun 2018. 

Anna merupakan seorang ibu rumah tangga berkebangsaan Inggris yang pindah ke Paris untuk bekerja di rumah fashion Bauman pada usia 23 tahun. Ia menikah dengan Philippe yang kalau tidak salah berasal dari selatan Swiss, dan sekarang mereka sudah mempunyai dua anak perempuan, Ella dan Lily.



Keluarga kecil Anna dan Philippe
Sumber : theavidpen.com


Phillippe yang dulunya bekerja sebagai pembuat film sudah memimpikan untuk membeli sebuah kastil di Prancis sejak pertama kali bertemu dengan Anna, dan akhirnya berhasil meyakinkan Anna untuk melakukannya. Mereka mendapatkan kunci untuk meninggali Kastil (chateau) Gonneville Honfleur di Honfleur, dekat Normandy di utara Prancis. Dengan pengaturan keuangan yang ketat, mereka merenovasi sendiri seluruh kastil (termasuk dua paviliun tambahannya) dan mendokumentasikannya di vlog youtube mereka ini. 

Melihat suatu pernikahan antarbangsa seperti yang dialami Anna dan Philippe, lalu meninggalkan kehidupan kota dan memulai petualangan baru bersama keluarga kecil mereka dengan berusaha merawat kastil tua, mungkin menjadi salah satu daya tarik vlog ini, at least bagi saya😀 Anna dan Philippe ke depannya diceritakan akan membuat kastil ini menjadi semacam tempat tujuan wisata berupa guest house historis, di mana para tamu bisa menginap sekaligus mencari tahu tentang sejarah kastil tua yang berdiri sejak 400 tahun yang lalu ini, karena dengan menjadi pemilik kastil ini Anna dan Philippe mewarisi dokumen-dokumen tua tentang sejarah kastil yang bisa diperlihatkan dan diceritakan kepada tamu. 

Salah satu sudut chateau dengan taman 
Sumber: escapisttothecountry.com


Salah satu kamar di chateau Anna dan Philippe, "La chambre vert",
Anna mendesain dan mencetak sendiri dengan tangan (hand-print) wallpaper-nya, lho
Sumber: theavidpen.com



Dalam perjalananya, Anna dan Philippe mulai berkenalan dan berteman dengan salah satu warga lokal (yang secara recurrent muncul juga di vlog) yaitu Nathan, seorang remaja Prancis yang sering membantu-bantu membereskan kastil. Ada banyak cerita lucu dengan gaya lelucon khas Prancis yang sering diangkat oleh Philippe dengan menampilkan Nathan di salah satu segmen blognya. 


Suatu kali, Philippe dan Anna menerima truk-truk yang berisi sekira 45 batang semak seperti cemara yang akan ditanam di bagian depan kastil. Philippe merasa senang 'seperti mendapat hadiah Natal', begitu katanya. Namun ternyata menanami sendiri dengan tangan sangat lama dan melelahkan, keburu salju turun mungkin ya... jadi Philippe meminta bantuan teman-temannya yaitu Nathan dan Adam untuk melakukannya. 


Nathan tadinya mungkin merasa pekerjaan itu ringan saja, namun ternyata kemudian merasa lelah. Philippe menyemangatinya dan berkata bahwa ini termasuk pekerjaan yang ringan, karena di suatu tempat ada orang yang harus memindahkan batu. ... which is, apa yang Nathan lakukan berikutnya😂 (Bagian ini lucu banget kalau ditonton sendiri. Jadi Philippe menghadap ke tembok keempat di kamera dan berkata bahwa di dunia ini ada pekerjaan yang lebih berat daripada menanam pohon seperti yang dilakukan Nathan, misalnya memindahkan batu secara manual. Ternyata setelah itu kamera memperlihatkan Nathan yang harus menggotong setumpuk besar batu dengan gerobak) 

Melihat keseharian seperti ini dari Anna dan Philippe, saya jadi membayangkan, wah mungkin bagus juga ya kalau di Indonesia konsep seperti ini dijalankan, di mana untuk pelestarian cagar budaya, bisa diserahkan ke pihak swasta atau bahkan perorangan seperti ini. Dengan demikian semua orang yang terlibat di dalam kegiatan pelestarian cagar budaya ini merasa ikut memiliki cagar budaya tersebut, sehingga perawatannya juga lebih personal dan penuh cinta.

Atau, sebenarnya d Indonesia sudah begini? 

Comments

  1. Woooow beli kastil sendiri, gak kebayang berapa harganya wkwk. Seru juga tehh tontonannya gak kepikiran nonton vlog kaya gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak skemanya kalau di sana Teh, bisa pakai sponsorship, macam-macam... yang penting yang disponsori memang kompeten untuk mengurus kastil. Anna dan Philippe ini bisa menjahit dan bertukang, jadi paket komplit untuk renovasi kastil😃

      Delete
  2. Mamah Meta. Kok bisa ya. Baru saja beberapa hari lalu saya menonton filmnya Brooke Shields yang terbaru di Netflix, berjudul "A Castle for Christmas", yang mana di sini beliau membeli kastil di Irlandia. Saat menontonnya, saya tuh yang kagum dan terbengong-bengong, "memang di dunia nyata apa betul kastil itu bisa diperjualbelikan", "pasti menyenangkan punya kastil yang megah (dan serem) nih"..

    Ealaah ternyata di dunia nyata juga ada ya yang membeli kastil ehehe, seperti kisah Anna dan Philippe ini. Makasiiiy ya Meta atas informasinya. :)

    Speaking of, kalau punya duit yang buanyaak, saya juga pingin beli rumah kuno peninggalan jaman Belanda yang pernah saya lihat di beberapa kota di Indonesia yang masiy awet tapi abandoned. Kalau direnovasi dan dipelihara, bisa menjadi aset sekaligus ikut serta melestarikan cagar budaya ya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Teh Uriill,,, wah ternyata juga ingin turut melestarikan cagar budaya, aamiin semoga kesampaian Teh,,, 😄sebenarnya kalau di Eropa banyak Teh skema kaya cerita Anna dan Philippe ( setau meta), hanya memang untuk hidup di kastil biasanya daerahnya terpencil dan kadang rawan badai juga, hehe, jadi mungkin bukan buat semua orang ya,,, cuss ikut nonton juga aja biar terekspos dengan suka duka hidup di kastil

      Delete
  3. pas baru baca judulnya dikirain Meta yang renov kastil :)

    Tapi wow banget emang cita-cita beli kastil ni ya, langsung penasaran harganya berapa. Belinya satu hal, tapi nanti masalah perawatannya juga harus dipikirin ya, ga kebayang nyapu ngepel satu kastil sendirian wwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha kalau meta mah ga kebayang menghadapi tantangan di kastil Teh May^^ cuss ditonton aja Teh, emang jadi terlihat suka dukanya hehe

      Delete
  4. Sesuatu banget membersihkan kastil. Apa kabar bersihin rumah 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, hihihi. Kalau keluarga kerajaan nggak mikirin ya, udah ada sederet ART

    ReplyDelete
  5. Waw,, effort banget yaaa ngerenov sendiri tuh, apalagi yang direnov kastil. Sampe mindahin batu sendiri yaa.. Tapi kebayang sih pas lihat hasilnya pasti luar biasa senang dan puas, tinggal di dalamnya pun pasti nyaman sekali. Mupeng ngerenov rumah, tapi belum cukup dananya. Ahahaha...

    ReplyDelete
  6. Ada nih acara begini juga di tipi Belanda. Tapi kayaknya dia lantas give up ngelanjutinnya. Memang banyak kastil-kastil kecil di Eropa, lebih ke kelas mansion kali ya... kadang harganya di"murah"in karena ya harus diperbaiki dan biayanya buanyak banget kan...

    ReplyDelete
  7. aku juga kayak mamah Uril nih, langsung teringat filmnya Brooke Shields yang membeli Kastil, hehehe...

    ReplyDelete
  8. ide pelestarian cagar budaya memang menjadi isu krusial. ini aku lagi di Cirebon, ada 2 keraton besar Kasepuhan dan Kanoman, sangat disayangkan ... tidak begitu bagus (untuk tidak ku bilang buruk) pengelolannya. apalagi dibumbui konflik internal hiiikkssss ...

    salam jalan-jalan

    ReplyDelete
  9. Teh Meta bersambung dong postingnyaaa..asik bacanya.sambil pikiran menerawang bayangin renov kastil.hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, bisa dicoba Teh kalau suka, hihi,,, nanti aku tonton lagi yah, kita coba lihat bersama bagaimana evolve-nya Anna dan Philippe dari waktu ke waktu

      Delete
  10. Kalau nggak salah bangunan keraton di Jawa juga ada yang dirawat keluarga. Cuma mungkin malah banyak dispute-nya. Haha. Atau ya karena mahal perawatannya jadi nggak terawat karena mengandalkan bantuan pemerintah dan kunjungan turis yang tak seberapa saja.

    ReplyDelete
  11. Halo Teh salam kenal 😀 Seru banget Teh tontonannya, gak kepikiran ada aja yang renovasi kastil, jadi pengen nonton juga. Baca ini jadi terinspirasi untuk nonton youtube dengan tayangan seperti ini saat refreshing 😄

    ReplyDelete
  12. Kok yang terbayang adalah,...apakah gak spooky tuh ? Kastil sebesar itu lho ya... 🤔Hmmm

    ReplyDelete
  13. Baca judulnya aku bertanya-tanya chateu itu apa, apakah salah satu bagian rumah..ternyata kastil!
    Kaya kastil di film2 gitu yaa, jadi gak sabar ingin liat pas sudah jadi guest house dan destinasi wisata.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Captain Fantastic

 Apa yang menjadi pilihan kita untuk mendidik anak-anak kita? Film Captain Fantastic menyajikan pertanyaan ini dengan nuansa kemerdekaan hidup yang kental di sepanjang alurnya. Cerita dimulai dengan menyorot keindahan hutan di negara bagian Washington, Amerika Serikat, saat terjadinya ritual berburu rusa bagi anak yang sudah dewasa di keluarga Cash.        (Sumber : GILAFILM.id) Apakah keluarga Cash keluarga yang mengikuti aliran kepercayaan tertentu yang berhubungan dengan  ritual seperti suku-suku primitif zaman dahulu? Di satu sisi, keluarga ini amat canggih pengetahuannya akan ilmu pengetahuan terkini, klasik maupun kontemporer. Ben Cash, si kepala keluarga, dan istrinya, Leslie, memutuskan untuk mendidik sendiri anak-anak mereka dengan hidup off-grid di pedalaman hutan Washington, jauh dari peradaban yang menurut mereka materialistis. Keenam anak ...

Tur Kampus di New England yang Tak Terduga

Musim dingin di awal tahun 2007, saya berkesempatan mengunjungi daerah seputaran  New York. Salju pertama yang saya rasakan di utara Amerika Serikat ini membuat saya terinspirasi untuk berjalan-jalan menembus dinginnya, yang lebih disebabkan setelah mendapatkan info bahwa ada tur bus seharga 200 dollar seorang selama dua hari di seputar New England😅 Tadinya kami bertiga, yaitu saya, Mama, dan Tante Titi, seorang teman Mama, berencana untuk mengunjungi gua stalaktit Shenandoah dan daerah-daerah hype seperti Times Square atau pusat perbelanjaan di sekitar Central Park. Namun, tiba-tiba mata dan telinga tajam saya mendengar bisik-bisik dari para  tour guide yang sedang beristirahat sebelum perjalanan dimulai itu, bahwa mereka agak kerepotan dengan permintaan perjalanan ke Harvard. Apa?Ada tawaran tur mengunjungi kampus-kampus terkenal se-New England? Saya pun meminta supaya paket perjalanan kali itu ditukar saja dengan perjalanan ke kampus Harv...